JUKLAK DAK (DANA ALOKASI KHUSUS) SD / SDLB TAHUN 2016

By On Kamis, Februari 25th, 2016 Categories : Info Guru

Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan Sekolah Dasar/Sekolah Dasar Luar Biasa yang selanjutnya disebut DAK SD/SDLB adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu untuk mendanai kebutuhan sarana dan/atau prasarana SD/SDLB yang merupakan urusan Daerah.

Sekolah Dasar yang selanjutnya disebut SD adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum pada jenjang pendidikan dasar.Sekolah Dasar Luar Biasa yang selanjutnya disebut SDLB adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan khusus pada jenjang pendidikan dasar.

Sarana adalah perlengkapan pembelajaran yang dapat dipindah-pindah.Prasarana adalah fasilitas dasar untuk menjalankan fungsi sekolah.Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan adalah upaya pemenuhan sarana dan prasarana SD yang belum mencapai standar sarana dan prasarana pendidikan untuk memenuhi standar sarana dan prasarana pendidikan.

Kriteria umum meliputi:

a. diprioritaskan bagi SD/SDLB yang berlokasi di daerah 3T;

b. masih beroperasi dan memiliki ijin operasional;

c. SD/SDLB berdiri di atas lahan yang tidak bermasalah/tidak dalam sengketa dan milik sendiri (milik Pemerintah atau Pemerintah Daerah untuk SD/SDLB negeri; milik yayasan untuk SD/SDLB swasta), dibuktikan dengan sertifikat atau bukti lain yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang;

d. belum memiliki sarana dan/atau prasarana pendidikan yang memenuhi standar sarana dan prasarana pendidikan; e. mempunyai Kepala Sekolah yang dibuktikan dengan surat keputusan dari pejabat yang berwenang atau badan penyelenggara pendidikan; f. memiliki Komite Sekolah, yang ditetapkan dengan surat keputusan Kepala Sekolah;

g. memiliki rekening bank atas nama sekolah, bukan rekening bank atas nama pribadi;

h. tidak menerima bantuan sejenis dari sumber dana lainnya (APBN/dan atau APBD I) pada tahun anggaran berkenaan; dan i. mempunyai potensi berkembang dan dalam tiga tahun terakhir mempunyai kecenderungan jumlah siswa stabil atau meningkat, kecuali untuk SD/SDLB yang mengalami keadaan darurat dan/atau musibah seperti terdampak akibat huru hara, kebakaran atau bencana alam.

Kriteria khusus SD/SDLB penerima kegiatan peningkatan prasarana:

(1) Rehabilitasi ruang belajar: a. rusak sedang dengan tingkat kerusakan ruang belajar lebih besar dari 30% sampai dengan 45%; b. rusak berat dengan tingkat kerusakan ruang belajar lebih besar dari 45% sampai dengan 65%; c. dalam hal ruang belajar mengalami kerusakan lebih dari 65%, maka dapat dilakukan pembangunan kembali dalam bentuk ruang baru dengan alokasi dana sebesar biaya pembangunan ruang kelas baru.

(2) Rehabilitasi ruang belajar berikut perabotnya: a. rusak sedang dengan tingkat kerusakan ruang belajar berikut perabotnya lebih dari 30% sampai dengan 45%; b. rusak berat dengan tingkat kerusakan ruang belajar berikut perabotnya lebih dari 45% sampai dengan 65%; c. dalam hal ruang belajar mengalami kerusakan berikut perabotnya lebih dari 65%, maka dapat dilakukan pembangunan kembali dalam bentuk ruang baru dengan alokasi dana sebesar biaya pembangunan ruang kelas baru.

(3) Rehabilitasi ruang guru: a. rusak sedang dengan tingkat kerusakan ruang guru lebih dari 30% sampai dengan 45%; b. rusak berat dengan tingkat kerusakan ruang guru lebih dari 45% sampai dengan 65%.

(4) Rehabilitasi ruang guru berikut perabotnya: a. rusak sedang dengan tingkat kerusakan ruang guru berikut
perabotnya lebih dari 30% sampai dengan 45%; c. rusak berat dengan tingkat kerusakan ruang guru berikut perabotnya lebih dari 45% sampai dengan 65%.

(5) Rehabilitasi jamban siswa dan/atau guru: a. rusak sedang dengan tingkat kerusakan jamban siswa dan/atau guru lebih dari 30% sampai dengan 45%; d. rusak berat dengan tingkat kerusakan jamban siswa dan/atau guru lebih dari 45% sampai dengan 65%.

(6) Pembangunan ruang kelas baru (RKB) berikut perabotnya: a. sekolah mempunyai potensi berkembang (dalam tiga tahun terakhir mempunyai jumlah siswa stabil atau meningkat); b. memiliki jumlah rombongan belajar melebihi jumlah ruang kelas yang ada; dan c. memiliki lahan yang luasnya minimal 72 m2 (ilustrasi 8m x 9m) dengan ketentuan pemakaian lahan tersebut tidak mengurangi lapangan upacara atau lapangan olah raga, atau bagi sekolah yang memiliki lahan terbatas, RKB dapat dibangun di lantai 2 dengan syarat struktur bangunan di lantai 1 dapat menumpu atau dibangun ruang di atasnya.

(7) Pembangunan ruang perpustakaan berikut perabotnya: a. telah terpenuhi ruang kelas yang memadai dan tidak rusak: 1) minimal 6 ruang kelas bagi daerah non 3T; 2) minimal 5 ruang kelas bagi daerah 3T; b. belum memiliki ruang perpustakaan dengan luas minimal 56 m2; dan c. memiliki lahan 72 m2 dengan lebar minimal 6 m, dengan ketentuan pemakaian lahan tersebut tidak mengurangi lapangan upacara atau lapangan olah raga, atau bagi sekolah yang memiliki lahan terbatas, ruang perpustakaan dapat dibangun di lantai 2, dengan syarat struktur bangunan di lantai 1 dapat menumpu atau dibangun ruang di atasnya.

(8) Pembangunan ruang guru berikut perabotnya: a. memiliki jumlah ruang kelas yang memadai dan tidak rusak: 1) minimal 6 ruang kelas bagi daerah non 3T; 2) minimal 5 ruang kelas bagi daerah 3T; b. memiliki ruang perpustakaan yang tidak rusak; c. belum memiliki ruang guru; dan d. memiliki lahan yang cukup untuk membangun ruang guru minimal 72 m2, dengan ketentuan pemakaian lahan tersebut tidak mengurangi lapangan upacara atau lapangan olah raga, atau bagi sekolah yang memiliki lahan terbatas, ruang guru dapat dibangun di lantai 2, dengan syarat struktur bangunan di lantai 1 dapat menumpu atau dibangun ruang di atasnya.

(9) Pembangunan jamban siswa dan/atau guru: a. belum memiliki jamban yang layak atau jumlah jamban yang ada tidak memadai; b. memiliki lahan minimal 3,5 m2 (ilustrasi 2 m x 1,75 m, untuk 1 unit).

(10) Pembangunan rumah dinas guru: a. berada di daerah 3T; b. memiliki jumlah ruang kelas yang memadai minimal 5 ruang kelas dan tidak rusak; c. memiliki ruang perpustakaan yang tidak rusak; d. belum memiliki rumah dinas guru;
e. memiliki lahan minimal 60 m2 (ilustrasi 6 m x 10 m); dan f. lahan berada di lokasi sekolah.

Kriteria khusus SD/SDLB penerima kegiatan peningkatan sarana pendidikan:

(1) Koleksi perpustakaan sekolah: a. memiliki ruang perpustakaan yang memadai; dan b. belum memiliki koleksi perpustakaan atau jenis dan jumlah koleksi perpustakaan yang dimiliki belum memenuhi standar sarana perpustakaan.

(2) Media pendidikan: a. memiliki ruang kelas yang memadai; dan b. belum memiliki sarana media pendidikan atau jenis dan jumlah media pendidikan yang dimiliki kurang dari kebutuhan.

(3) Peralatan pendidikan: a. memiliki ruang kelas yang memadai; dan b. belum memiliki sarana peralatan pendidikan yang memenuhi standar sarana pendidikan.

Untuk Lebih jelasnya silahkan download Juklak DAK  SD/SDLB Tahun 2016, melalui link dibawah ini :

Juklak DAK SD/SDLB 2016

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk semua, Jangan lupa share Informasi ini kepada teman yang lain. Salam Satu Data

JUKLAK DAK (DANA ALOKASI KHUSUS) SD / SDLB TAHUN 2016 | salampendidikan | 4.5